Tuesday, 30 May 2006

(perlukah judulnya?)

tak ubahnya hujan
dirimu


rindu
dingin
basah


saat pergi
sisakan setetes dalam empeduku yang biru


hujanlah?
selamanya?

-silver wind-
29 May 2006

Kheoss

aku ingin bertahan di sini
berdiri di titik yang sama
dalam lingkaran ini
tapi angin kiri kanan terlalu aktif
sakit aku dihimpit
muak muntah
saat aku ingin pergi
kepalang kena gerimis
deraskan sajalah
hatiku tertunduk bisu
pagi datang
matahari terang
jantungku pingsan
asam di lambung pedih
jangankan lari
lintas garis ini pun kakiku gemetar
pergi
dari sini
benci
eneg
jijik

-silver wind-
30 May 2006

Monday, 22 May 2006

Pagi Marah

rasa berbeda terbangun pagi tadi
hangat
sedikit terbakar

emosi setan dalam tubuhku
dahiku berdenyut-denyut
terngiang terjadi semalam

Gila, kataku

jantung berdentam-dentam gila
semua rasa bodoh ini satu

kudinginkan dengan aliran air subuh
akh!
panas
sial

kaku semua menjerit di wajahku
paksa pipiku menarik bibir
senyum kecil datar dingin
santailahhh, kataku

percuma
BENCI SETAN!!
catatan pagi 22 Mei 2006

Wednesday, 17 May 2006

Sepenggal

dirimu makin lama

jauh

tak dikira begitu
pedih
dan rindu

ingin ada di sisimu

andai aku bisa merengkuhmu
jiwaku

Monday, 15 May 2006

Pagi

aku bangun
purnama utuh
terang
subuh
bintang jauh

purnama tunggu

"Lama menunggumu, Putri.
Aku sudah akan pergi lagi.
Hari ini
cuma bisa lihat kau sekejap lagi."

Selamat Pagi

Tuesday, 9 May 2006

Litani Lelah

Sekali lagi
aku duduk mengantuk
karena tenggelam dalam kesibukan palsu

Dalam bungkusan selimut kesibukan palsu
beringsut tegak aku tak mampu

Kepala tunduk dan tambah kantuk
ingin keluar tapi tak sanggup

"Keluar dari mana, Sayang?"
Dari sini
"Dari sini dari mana, Sayang?"
Dari sini, kataku
Dari sini
Dari sini
Dari sini
Dari sini
Dari
sini
Udara panjang dan hangat keluar dari hidung
lelah luar biasa kurasa, tak bersebab
"Lelahkah, Sayang?" Ya
"Lelahkah, Sayang?" Ya
Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
Ya
Ya

09 Mei 2006

Kini hari-hari kuisi dengan pikir dan tindak
Setiap tapak kulangkah dengan senyum hari esok
Senyum percaya dan bahagia
mungkin khawatir itu ada, tapi sedikit saja

Percaya bahwa tiap hari
kita cuma perlu buka mata
buka hati
buka mata
buka telinga
buka mulut
buka semua indera kita
dan tiba-tiba, aku pun sadar
"Terima kasih, Tuhan. Hidup ini indah."
"Terima kasih, Tuhan, aku boleh bernapas."
"Terima kasih, Tuhan, aku boleh tahu hidup ini indah."
Dan aku cuma perlu jalan
setapak demi setapak
pelan-pelan
yah, kadang berlari kalau perlu
yah kadang berhenti untuk mengangis
atau sekadar mengintip ke belakang
mengintip sedikit karena menggoda
Lalu lanjutkan lagi ke depan
jalan tapak lari jalan
jalan tapak lari jalan
sampai nanti berhenti

14 Maret 2006

Sakit rasanya
tiada apa satu yang kujalani
terdengar seperti membesar-besarkan hal kecil
tapi aku sungguh tak tahan

Benci dan ingin lari
dan aku pun menangis
menangis sedih
lari ke jurang
tak berdasar
dan terbang
meluncur ke bawah
terus
terus
dan terus
dan terus merosot
dan merosot
dan pecah
pecah dan hilang
hilang, bukan mati

Monday, 8 May 2006

Funny How Life Is

It's just funny how life is, don't you think?

It's funny how you are in someplace for the moment
and you jump to other place another time

Funny how you found someone yesterday
and you are left behind today
and how you find another one tomorrow
well maybe not tomorrow
maybe a day after tomorrow
or another day
or another day
or another day
or maybe never

Funny how you loved someone last year
and how you hate that person now

And you know what's the funniest in life?
It's very funny how you're still breathing now and reading this
and in the next second you have stopped

Funny
Funny

Thursday, 4 May 2006

Kau Tahu?

Kau takkan pernah tahu
atau mengetahui

setiap alunan itu bermain di antara rongga telingaku
menusuk masuk ke dalam kepala dan dadaku
hangat dan sejuk

kutarik nafas dengan senyum seakan senyum terakhir yang bisa kutarik
otakku bermain-main
memanjakan aku dengan menghadirkan dirimu di depanku
wajahmu yang itu lagi
senyummu yang itu lagi
matamu yang itu lagi

manja diriku berbaring di atas ubin dingin
manja hingga kau datang lagi
datang kembali dan tak pergi lagi
Aku turun ke dunia, berupa roh dan meminjam nafas dari Tuhan yang dihembuskan lewat ibuku.
Aku bicara dengan menghembuskan karbondioksida keluar lewat tenggorokanku, menyenggol pita suara dan belajar membentuk bibir dan menyesuaikan lidah.
Yang keluar dari mulutku adalah
suara
dan kata.
Kata ini semakin lama semakin banyak dan tak terhitung berapa kata terlempar keluar oleh lidahku.
Kata ini punya begitu banyak nada dan kombinasi.
Dan kata ini punya kebutuhan untuk dikotakkan.
Inilah kotak kata yang aku punya.
Berbeda dengan kotak yang lain.
Namun sama dengan kotak-kotak orang lain.
Kotak hidup yang bernafas dan bicara